Apakah sisa akar gigi harus dicabut? Punya gigi yang patah atau pernah tanpa sengaja terbentur sehingga tersisa bagian akar saja?
Banyak orang akan mengabaikan kondisi ini karena menganggapnya tidak nyeri. Padahal, tubuh bisa saja memberikan sinyal peringatan lewat bau mulut atau gusi yang bengkak. Oleh karena itu, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi sebelum masalahnya bertambah parah.
Akar gigi yang tidak terlihat, bagi beberapa orang akan dibiarkan dan tidak perlu diapa-apakan. Jadi sebenarnya, apakah sisa akar gigi itu perlu dicabut atau dibiarkan saja?
Apalagi jika sisa akar yang sudah tertanam kuat dan tidak menimbulkan masalah, mungkin bisa dipantau secara berkala. Di sisi lain, sisa akar terbuka berpotensi memicu infeksi yang dapat menyebar ke gusi, rahang, dan gigi sekitar. Temukan waktu tepat pencabutan sisa akar gigi, risiko bahayanya, dan solusi penanganannya di sini.
Kapan Sisa Akar Gigi Dicabut
Ternyata, ada kondisi-kondisi tertentu yang menandakan bahwa sisa akar tersebut harus segera ditangani. Memahami tanda-tanda ini dapat membantu kamu mengambil keputusan yang tepat waktu dan mencegah masalah yang jauh lebih serius di kemudian hari.
Semakin cepat ditangani, semakin mudah prosedurnya, semakin minim rasa tidak nyaman, dan semakin hemat biaya yang harus dikeluarkan. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit atau pembengkakan. Berikut adalah kondisi-kondisi spesifik yang menandakan sisa akar gigi harus segera diangkat oleh dokter gigi!
1. Sisa Akar Terbuka dan Terpapar

Akar terbuka yang tidak tertutup gusi memudahkan bakteri masuk dan menyebar ke jaringan sekitar. Kondisi ini hampir selalu berpotensi menimbulkan infeksi berulang yang sulit sembuh total.
Bahkan jika saat ini mungkin belum terasa sakitnya, risiko infeksi mendadak sangat tinggi bisa terjadi kapan saja. Sisa akar yang terbuka juga tajam dan dapat melukai lidah, pipi bagian dalam, maupun gusi pada saat mengunyah.
Luka yang terus-menerus tergesek akan sulit sembuh dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman setiap kali makan. Dengan mengangkat sisa akar dalam kondisi ini akan menjadi keputusan yang bijak dan tepat.
2. Ada Tanda Infeksi

Nyeri yang datang dan pergi, terutama saat mengunyah atau menekan area tersebut, adalah sinyal yang jelas bahwa sisa akar gigi bermasalah. Bisa juga muncul bengkak di gusi, bau mulut yang tidak hilang, atau rasa nyeri yang memburuk saat makan makanan panas maupun dingin.
Semua tanda itu menandakan bahwa saraf di dalam akar sudah terinfeksi dan peradangan telah menyebar ke ujung akar di dalam tulang rahang. Infeksi yang dibiarkan tidak akan sembuh sendiri.
Justru bisa berkembang menjadi abses atau kantung nanah yang merusak tulang rahang di sekitarnya. Infeksi dapat menyebar ke area leher dan kepala. Mencabut sisa akar adalah langkah untuk menghentikan sumber infeksi sekaligus mencegah komplikasi lebih besar.
3. Mengganggu Pembuatan Gigi Pengganti

Jika kamu memiliki rencana memasang gigi palsu, jembatan gigi, atau implan di area tersebut, maka sisa akar yang tertinggal itu dapat menghalangi proses pemasangan. Sisa akar menonjol di bawah gusi dapat membuat gigi palsu tidak pas, terasa sakit saat dipakai, dan sulit dibersihkan.
Jadi, sebelum memasang gigi pengganti, dokter biasanya akan menyarankan pengangkatan sisa akar terlebih dahulu supaya hasil perawatan maksimal dan tahan lama.
Mencabut sisa akar sebelum pemasangan gigi pengganti juga memastikan tulang rahang di area tersebut bersih dan siap menerima penyangga gigi baru. Dengan begitu, gigi pengganti pun bisa terasa nyaman, stabil, dan terlihat alami.
Risiko Membiarkan Sisa Akar Gigi
Bagaimana jika sisa akar gigi tersebut dibiarkan tanpa perawatan maupun pemeriksaan lebih lanjut? Penundaan yang terlihat sepele ini bisa berubah menjadi masalah yang jauh lebih kompleks, menyakitkan, dan mahal untuk diatasi di masa depan.
Sisa akar yang terbuka bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri menembus hingga ke dalam tulang rahang. Infeksi yang berkembang tidak hanya memicu nyeri hebat dan pembengkakan, tetapi juga perlahan menghancurkan struktur tulang di sekitarnya.
Infeksi kronis pada sisa akar juga dapat memicu terbentuknya kista, yaitu kantung berisi cairan yang perlahan membesar dan menggerogoti tulang rahang dari dalam.
Selain itu, sisa akar yang tertinggal dapat menekan dan menggeser gigi-gigi di sekitarnya, mengganggu susunan rahang, dan mengubah pola kunyah secara keseluruhan. Masalah yang awalnya sederhana, pun berubah menjadi kerusakan yang meluas dan biaya perawatan yang membengkak berkali-kali lipat.
Kapan Sisa Akar Bisa Dibiarkan
Selain itu, ada juga kondisi-kondisi tertentu di mana sisa akar justru aman dibiarkan di tempatnya, asalkan memenuhi syarat-syarat ketat yang ditentukan oleh dokter gigi, dan sudah melalui konsultasi dengan dokter gigi.
Jadi, tidak asal memutuskan berdasarkan diagnosis sendiri melainkan harus melalui pemeriksaan menyeluruh termasuk foto rontgen untuk memastikan memang tidak ada masalah tersembunyi di dalam tulang rahang.
Sisa akar yang boleh dibiarkan adalah yang sepenuhnya tertutup rapat oleh gusi yang sehat, tidak menimbulkan rasa sakit maupun bengkak, dan tidak menunjukkan tanda infeksi apapun pada hasil rontgen.
Kondisi sisa akar tetap harus dipantau melalui pemeriksaan rutin, karena perubahan apa pun bisa terjadi seiring berjalannya waktu. Jika nanti muncul keluhan, tanda infeksi, atau rencana pemasangan gigi pengganti, sisa akar tersebut harus segera dicabut tanpa menunda.
Baca Juga : Klinik Dokter Gigi Spesialis di Surabaya
Solusi Perawatan Gigi di Dentalogy
Jika sisa akar harus dicabut, jangan khawatir. Di Dentalogy, pencabutan sisa akar dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut yang berpengalaman luas.
Prosedur ini dilakukan dengan teknik yang presisi dan lembut, sehingga pendarahan minim, nyeri terkontrol, dan penyembuhan berjalan cepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap termasuk foto rontgen untuk mengetahui posisi, kedalaman, dan kondisi akar sebelum menentukan cara terbaik mengangkatnya.
Setelah sisa akar diangkat, dokter akan menyarankan opsi penggantian gigi yang paling sesuai, mulai dari gigi palsu lepasan, jembatan gigi, hingga implan gigi yang menanam kembali akar buatan ke dalam tulang. Meskipun saat ini tidak terasa sakit, risiko yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar dan lebih mahal untuk diatasi di kemudian hari.
Lebih baik mengetahui kondisinya sejak dini, daripada menunggu sampai sakit, bengkak, atau infeksi menyebar. Dentalogy hadir di Surabaya Barat sebagai tempat konsultasi dan penanganan lengkap masalah gigi kamu.
Tim dokter spesialis siap memeriksa kondisi sisa akar kamu serta memberikan solusi yang paling tepat, aman, dan terjangkau. Periksa gigi kamu sekarang karena masalah kecil yang ditangani tepat waktu adalah penghematan terbaik untuk kesehatan jangka panjang di masa depan.
Website Dentalogy : dentalogy.id
WhatsApp : +62 821-6275-6485
Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189


























