Senyum lebar dengan kondisi gigi yang rapi, bersih, dan sehat dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Dan itulah sebabnya bleaching gigi menjadi salah satu perawatan yang paling dicari saat ini.
Namun, tidak sedikit juga yang belum menyadari bahwa keberhasilan dari hasil bleaching gigi tidak hanya bergantung pada pas perawatannya di klinik atau oleh dokter gigi saja. Melainkan, apa yang kamu lakukan setelah perawatan bleaching tersebut justru juga ikut menentukan seberapa lama hasil putih itu dapat bertahan.
Faktanya, pori-pori pada lapisan luar gigi kamu akan masih dalam kondisi terbuka selama 24-48 jam setelah tindakan bleaching dilakukan. Pada masa-masa ini, gigi jauh lebih mudah menyerap noda dari makanan, minuman, maupun kebiasaan sehari-hari yang kamu lakukan.
Bukan hal mustahil jika gigi yang baru saja di bleaching bisa kembali menguning hanya dalam hitungan hari jika tidak dijaga dengan tepat. Yuk, ketahui selengkapnya berikut ini agar senyum sehat gigi kamu bisa bertahan lama!
Hasil Bleaching Gigi Bisa Memudar
Pertama-tama, penting untuk memahami terlebih dahulu bahwa hasil bleaching tidak bersifat permanen. Secara alami, gigi akan kembali mengalami perubahan warna seiring waktu.
Itulah alasannya, mengapa setidaknya kamu perlu melakukan perawatan bahkan pemeriksaan gigi antara enam bulan hingga dua tahun, tergantung seberapa baik kamu merawatnya kondisi kesehatan gigi juga mulut.
Selain itu, proses bleaching atau pemutihan gigi bekerja dengan membuka pori-pori enamel gigi kamu untuk mengangkat noda yang menempel. Setelah prosedur selesai, enamel butuh waktu untuk menutup kembali dan menguat.
Selama masa pemulihan inilah gigi paling rentan menyerap zat warna dari luar. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang tidak dianjurkan oleh dokter sebaiknya jangan dilakukan.
Sebab, itu dapat mempercepat pemudaran warna putih gigi kamu secara signifikan. Bahkan produk pemutih yang dipakai sendiri di rumah tanpa pengawasan dokter justru bisa merusak enamel jika digunakan berlebihan.
Hindari Setelah Bleaching Gigi
Setelah prosedur bleaching selesai, kamu mungkin sudah tidak sabar lagi ingin melihat bagaimana hasil dari perawatan tersebut. Namun tahukah kamu, momen paling krusial justru baru saja dimulai.
Dalam beberapa hari ke depan, kondisi permukaan gigimu masih sangat rentan, dan apa yang kamu lakukan sekarang akan menentukan seberapa lama keindahan senyum ini bertahan. Karena lapisan pelindung gigi sedang dalam masa pemulihan, yaitu pori-pori enamel masih belum tertutup sepenuhnya, sehingga gigi bisa jauh lebih mudah menyerap noda dibandingkan biasanya.
Karena itulah ketahui hal-hal apa saja yang sebaiknya dijauhi agar hasil bleaching kamu benar-benar memuaskan dan awet. Berikut adalah daftar hal-hal yang harus kamu hindari!
1. Makanan dan Minuman Berwarna Pekat

Dalam 48 jam pertama setelah bleaching, hindari mengkonsumsi segala sesuatu yang berwarna pekat. Ini termasuk kopi, teh, jus buah berwarna gelap, kecap, saus tomat, kari, coklat, dan buah beri berwarna gelap.
Zat warna alami maupun buatan pada makanan tersebut bisa sangat mudah menempel pada permukaan gigi yang masih terbuka. Sebagai gantinya, kamu bisa menjalani pola makan dengan mengkonsumsi makanan berwarna terang selama beberapa hari awal.
Misal, konsumsi nasi putih, daging ayam atau ikan, telur, kentang, roti tawar, pisang, maupun susu tawar. Jika tetap ingin minum minuman yang berwarna, gunakan sedotan supaya cairan tidak langsung menyentuh pada permukaan gigi.
2. Kebiasaan Merokok

Nikotin dan tar dalam rokok menjadi salah satu penyebab noda gigi yang paling sulit dihilangkan. Setelah bleaching, pori-pori gigi yang masih terbuka akan menyerap zat tersebut dengan sangat cepat, sehingga gigi kamu bisa kembali kuning bahkan dalam hitungan hari.
Jadi sebaiknya tunda merokok terlebih dahulu setidaknya minimal selama satu minggu pertama setelah kamu melakukan perawatan bleaching gigi. Dan semakin jarang kamu melakukannya setelahnya, maka semakin lama juga hasil putih gigi bertahan.
Selain memengaruhi warna, merokok juga dapat memperlambat pemulihan gusi serta meningkatkan risiko iritasi pasca-perawatan. Menghilangkan kebiasaan ini bukan hanya soal menjaga warna gigi kamu, akan tetapi juga menjaga kesehatan gigi maupun mulut secara keseluruhan.
3. Minuman Asam Bersuhu Ekstrem

Makanan dan minuman yang bersifat asam seperti jeruk, lemon, nanas, serta minuman bersoda dapat memperlambat pemulihan enamel gigi yang sedang rapuh setelah bleaching. Asam membuat permukaan gigi lebih kasar dan rentan menyerap noda sekaligus memicu rasa sensitif.
Kamu bisa menunda untuk tidak mengkonsumsi makanan ini selama minimal tiga hingga lima hari pertama. Begitu pun dengan makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Dengan menghindari suhu ekstrem akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan menjaga enamel gigi kamu tetap kuat.
4. Menggunakan Produk Pemutih Sendiri

Pernah tergoda untuk membeli atau bahkan menggunakan produk pemutih gigi yang dijual bebas untuk memperpanjang hasil supaya tetap putih, dan tanpa anjuran maupun pengawasan dokter?
Sebaiknya hindari menggunakan produk yang dijual bebas tanpa melakukan konsultasi maupun pengawasan dokter, karena pemakaian yang terlalu sering atau konsentrasi bahan yang tidak sesuai standar dapat mengikis enamel gigi kamu secara permanen, membuat gigi justru tampak kusam, transparan, dan lebih sensitif.
Pasta gigi pemutih boleh dipakai, namun cukup 1-2 kali seminggu saja, dan pilih yang memang direkomendasikan dokter gigi. Jika warna mulai memudar, lebih baik berkonsultasi untuk tindakan pemutihan ulang atau sentuhan akhir yang aman sesuai kondisi gigimu.
Cara Menjaga Hasil Bleaching Tetap Awet
Selain mengetahui apa yang harus dihindari, ada kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan agar gigi hasil bleaching gigi tetap cerah lebih lama. Di antaranya yaitu dengan sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, gunakan benang gigi setiap malam, dan biasakan berkumur dengan air putih setelah makan.
Fluoride ini dapat membantu untuk memperkuat enamel sehingga gigi lebih kuat dan tidak mudah ternoda. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi secara rutin setiap enam bulan sekali di klinik gigi.
Scaling secara berkala tidak hanya menjaga kebersihan, akan tetapi juga dapat membantu mempertahankan kecerahan hasil bleaching. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan tindakan pemutihan ulang pada waktu yang tepat sesuai kondisi gigimu.
Baca Juga : Perawatan Impaksi Gigi yang Berlubang
Solusi Perawatan Gigi dan Mulut
Untuk mendapatkan hasil bleaching gigi yang memuaskan dan awet sebenarnya dapat kamu lakukan dengan menjalani prosedur bleaching memang bersama tenaga profesional, jaga pola makan di masa pemulihan, dan pertahankan kebiasaan mulut sehat setiap hari.
Tidak perlu rumit, hanya butuh kesadaran dan konsistensi. Di Dentalogy, klinik dokter gigi spesialis di Surabaya Barat, ini juga menyediakan layanan pemutihan gigi profesional dengan panduan lengkap sebelum dan sesudah perawatan.
Kamu akan mendapatkan penjelasan jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar hasilnya tetap cerah, alami, dan tahan lama. Yuk segera konsultasikan kondisi gigimu agar dokter bisa menentukan langkah terbaik sesuai kebutuhan.
Hubungi layanan Dentalogy melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut atau jadwalkan kunjungan untuk mulai konsultasi dan melakukan perawatan. Informasi booking jadwal klik tautan link di bawah ini!
Website Dentalogy : dentalogy.id
WhatsApp : +62 821-6275-6485
Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189


























