Gigi bungsu yang tumbuh terjepit atau tidak bisa muncul sepenuhnya, jangan dianggap hal biasa tanpa tindakan perawatan. Apalagi, jika karena tidak disertai dengan rasa sakit lalu tidak menjadi masalah.
Justru, di balik gusi yang tertutup itu bisa tumbuh lubang yang secara perlahan-lahan dapat merusak. Gejalanya sering samar, muncul hilang timbul, sehingga mudah inilah yang membuatnya jadi terabaikan sampai kondisinya sudah berkembang lebih parah.
Pada saat gigi bungsu terjebak di dalam tulang atau tertutup gusi, permukaannya jadi sulit dibersihkan sempurna. Sisa makanan dan kuman pun mudah tersangkut di celah yang tidak terjangkau sikat gigi, lalu perlahan membusuk dan menimbulkan lubang.
Inilah sebabnya impaksi gigi bungsu yang berlubang seringnya baru diketahui saat sudah menimbulkan keluhan yang sangat mengganggu. Dan kamu akan mulai mengenali tanda-tanda yang jarang disadari, pentingnya penanganan terhadap gigi impaksi, serta mengetahui langkah apa yang paling tepat untuk dilakukan.
Impaksi Pada Gigi Bungsu yang Berlubang
Gigi bungsu tumbuh paling akhir, yang biasanya pada usia remaja akhir hingga awal dewasa. Jika ruang di rahang tidak cukup, gigi ini tidak bisa tumbuh sempurna dan tersangkut dengan posisi miring, mendatar, atau tertanam sepenuhnya di dalam tulang.
Dan inilah yang disebut impaksi. Bagian yang muncul pun sering tertutup lipatan gusi, membuat celah sempit yang menjadi tempat persembunyian kuman dan sisa makanan. Celah ini tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi, sehingga sisa makanan menumpuk, asam terbentuk, dan kerusakan gigi pun perlahan terjadi tanpa diketahui.
Semakin lama dibiarkan, lubang yang terbentuk semakin dalam dan bisa mencapai saraf sebelum kamu merasakan gangguan apa pun. Inilah mengapa impaksi gigi bungsu yang berlubang kerap menjadi masalah yang jauh lebih serius daripada gigi berlubang biasa.
Kerusakan bisa menyebar ke gigi yang ada di sebelahnya, menembus ke saraf, atau bahkan menimbulkan kantong nanah di akar tanpa kamu sadari. Itulah sebabnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi menjadi satu-satunya cara paling baik untuk menemukannya sejak awal.
Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan
Karena posisinya tersembunyi di balik gusi, impaksi gigi bungsu yang berlubang jarang memberikan tanda yang jelas sejak awal. Banyak keluhan yang muncul justru samar, hilang timbul, atau menyerupai masalah kesehatan lain, sehingga mudah sekali dianggap sepele.
Tubuh sebenarnya sudah mengirimkan sinyal, dapat berupa denyut halus yang datang sesekali, nafas yang berbau padahal sudah rajin menyikat gigi, atau rasa tidak nyaman yang muncul hanya di momen tertentu.
Jangan biarkan ketidaktahuan membuatmu menunda untuk melakukan pemeriksaan gigi sejak dini. Berikut gejala yang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda impaksi gigi bungsu yang sudah berlubang!
1. Rasa Sakit yang Datang Pergi

Kamu mungkin merasakan denyut halus di bagian belakang rahang, kadang terasa, kadang hilang sama sekali. Rasa sakitnya bisa menjalar ke telinga, leher, atau kepala bagian belakang, sehingga sering dikira sakit kepala atau pegal biasa.
Karena rasa sakit yang hilang timbul ini, banyak orang menunda melakukan pemeriksaan lebih lanjut, padahal itu bisa menjadi salah satu tanda gigi yang rusak dan mulai menekan jaringan yang ada di sekitarnya.
Saat lubang sudah semakin dalam, rasa sakit bisa menjadi lebih tajam, terutama saat digunakan untuk mengunyah atau menelan makanan yang panas, dingin, atau manis. Jika kamu merasakan hal ini berulang kali di area paling belakang mulut, sebaiknya jangan ditunda lagi untuk periksa ke dokter gigi.
2. Bengkak dan Bau Mulut

Gusi di sekitar gigi bungsu terasa sedikit bengkak, merah, atau terasa menonjol saat menyikat gigi? Kadang keluar cairan berbau tidak sedap atau sedikit nanah dari sela gusi, yang membuat nafas tetap berbau meskipun sudah rajin menyikat gigi.
Hal ini bisa terjadi karena lubang gigi telah sarang kuman yang terus-menerus berkembang biak di bawah gusi. Pembengkakan ini bisa mereda lalu muncul kembali, membuat kesan seolah sudah sembuh sendiri.
Padahal sumber masalahnya sebenarnya belum hilang, lubang di gigi yang tertutup itu tetap ada dan dapat terus memburuk. Jika dibiarkan, infeksinya bisa menyebar ke jaringan leher atau rahang, yang tentu jauh lebih sulit ditangani.
3. Gigi Sebelahnya Mulai Terasa Gangguan

Impaksi yang tumbuh miring sering menekan gigi yang sudah ada di depannya. Lubang yang terbentuk di gigi bungsu bisa menembus dan merusak gigi kedua dari belakang tanpa kamu sadari.
Apabila kamu mulai merasa gigi sebelahnya jadi sensitif, sakit saat digunakan untuk mengunyah, atau terasa goyang padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Berarti, kerusakan yang menular ke gigi sebelah inilah yang sering membuat penanganan menjadi lebih rumit.
Jika tadinya cukup mencabut satu gigi, justru bisa berubah harus melakukan perawatan di dua gigi sekaligus. Namun, dengan kamu bisa dan mulai mengenali tanda-tandanya sejak awal, berarti kamu sudah satu langkah membantu menyelamatkan gigi di sebelahnya tetap serta tidak ikut rusak.
Tidak Bisa Ditambal Seperti Gigi Biasa
Kenapa tidak ditambal saja seperti gigi biasa? Hal itu dikarenakan berkaitan dengan posisi gigi itu sendiri. Karena posisi gigi bungsu yang tertanam miring, tertutup gusi, dan juga tidak memiliki ruang yang cukup, maka permukaannya tidak bisa dibersihkan dan dikeringkan dengan sempurna saat penambalan.
Bahan tambalnya pun sulit menempel dengan baik, dan sisa kuman yang tersembunyi di balik lipatan gusi bisa membuat lubang kembali muncul tidak lama kemudian.
Kondisi ini berbeda dengan gigi biasa yang permukaannya terbuka dan mudah dijangkau, sehingga penambalan tidak memberikan hasil yang tahan lama. Meskipun berhasil ditambal, sisa kotoran yang tersangkut di celah-celah akan terus memicu kerusakan baru di balik bahan tambal.
Selain itu, gigi bungsu ini biasanya kehilangan fungsi utamanya dalam mengunyah. Dokter spesialis bedah mulut akan menilai posisi, kedalaman lubang, serta pengaruhnya terhadap gigi lain sebelum menentukan langkah terbaik.
Baca Juga : Dokter Spesialis Gigi di Surabaya
Penanganan Terbaik di Dentalogy
Di Dentalogy, penanganan gigi bungsu impaksi dilakukan langsung oleh dokter spesialis bedah mulut yang berpengalaman menangani berbagai kasus pencabutan gigi bungsu, termasuk yang tertanam dalam atau posisinya sulit.
Tindakan dilakukan dengan prosedur steril, alat lengkap, serta pendekatan yang meminimalkan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Selain itu, ingat bahwa kerusakan gigi yang tidak terlihat bukan berarti tidak menjadi masalah, dan gigi yang tidak sakit bukan berarti sehat.
Rasa tidak nyaman yang hilang timbul, bau mulut yang tidak hilang, atau gigi sebelahnya mulai terasa sensitif, ini bisa menjadi sinyal yang patut kamu waspadai.
Segera lakukan pemeriksaan kesehatan kondisi gigi dan mulut kamu di Dentalogy, Dental Clinic Surabaya Barat, yang beralamat di Jl. Raya Dukuh Kupang Barat No. 163, Surabaya Barat. Didukung oleh tim dokter terbaik yang akan memeriksa, menjelaskan kondisi gigi secara jujur, dan menentukan langkah terbaik yang paling sesuai.
Hubungi layanan Dentalogy melalui WhatsApp untuk membuat janji temu atau melakukan perawatan lebih lanjut dengan klik tautan link di bawah ini!
Website Dentalogy : dentalogy.id
WhatsApp : +62 821-6275-6485
Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189


























