Di tinjau oleh :

Impaksi Gigi Apakah Berbahaya? Cek Faktanya di Sini

Impaksi Gigi Apakah Berbahaya

Table of Contents

Impaksi gigi apakah berbahaya? Pernahkah kamu merasakan nyeri di bagian belakang rahang sampai susah untuk mengunyah?

Kondisi gusi yang mulai tampak sedikit bengkak tanpa tahu apa penyebabnya, bisa jadi itu salah satu tanda adanya impaksi pada gigi kamu. Impaksi gigi sangat berisiko dan bisa merugikan kesehatan mulut.

Kondisi impaksi gigi ini biasanya terjadi pada gigi bungsu yang memicu infeksi datang secara berulang, peradangan pada jaringan gusi, sampai dengan pembentukan kista dan kerusakan permanen pada akar gigi yang ada di sebelahnya. Lalu, bagaimana cara membedakan kondisi gigi kamu aman dari kondisi impaksi atau malah sudah di tahap berbahaya?

Langkah apa yang sebaiknya diambil dengan tenang dan tepat? Yuk, ikuti pembahasan lengkapnya di sini. Semakin cepat kamu paham fakta sebenarnya, semakin besar peluangmu melindungi gigi-gigi sehat lainnya dari kerusakan yang sebenarnya bisa dihindari sejak dini!

Berbagai Jenis Impaksi Gigi

Tidak semua gigi yang terpendam memiliki posisi atau bentuk yang sama. Ada jenis impaksi yang mulai dari yang posisinya masih cukup aman hingga yang sangat berisiko merusak gigi lain.

Salah satu jenis yang paling umum ditemui adalah impaksi miring, di mana gigi tumbuh menyudut dan bersandar pada gigi di sebelahnya, membuat tekanan terus-menerus pada akar dan jaringan sekitarnya.

Ada pula jenis horizontal yang tumbuh melintang segaris rahang, paling sulit ditangani karena berisiko menekan saraf atau merusak tulang. Selain arah, jenis juga dibedakan kedalamannya.

Ada yang tertutup sebagian gusi, ada pula yang terbenam utuh di dalam tulang hingga tak terlihat luar. Setiap posisi punya risiko berbeda, dari infeksi ringan hingga kerusakan permanen susunan gigi. Itulah sebabnya rontgen wajib dilakukan, agar dokter melihat kondisi di dalam dan menentukan langkah paling aman serta tepat bagi kesehatan mulutmu.

Waspadai Gejala Impaksi Gigi

Jangan sampai kamu tidak sadar jika memiliki gigi yang terpendam, apalagi karena gejalanya yang sering tersembunyi. Namun, begitu kondisi mulai mengganggu, maka keluhan yang muncul bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari kamu.

Itulah kenapa, dengan mulai mengenali tanda-tandanya sejak awal akan membantu kamu bisa segera mengambil tindakan sebelum masalah semakin rumit dan mahal penanganannya. Gejala impaksi gigi bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung posisi gigi, kedalaman tertanam, dan apakah sudah ada infeksi atau belum.

Ada yang merasakan perubahan fisik yang terlihat jelas, ada yang hanya merasa, ada yang tidak beres di mulut tanpa tahu sebabnya. Berikut uraian lengkapnya!

1. Nyeri dan Rasa Sakit yang Menjalar

Rasanya bisa berupa nyut-nyutan, rasa tertekan, hingga rasa sakit yang tajam datang dan pergi. Kamu bisa merasa sakit saat mengunyah makanan yang keras, membuka mulut lebar, atau saat bangun tidur, karena posisi gigi terpendam itu akan terus menekan jaringan sekitar dan tulang rahang.

Rasa sakit ini kerap menjalar ke telinga, pelipis, atau belakang kepala. Keluhan makin parah saat daya tahan tubuh menurun, lelah, atau kurang tidur, sebab bakteri jadi berkembang biak lebih cepat saat kondisi tubuh lemah.

Jangan anggap remeh rasa nyeri yang hilang timbul ini, karena itu tanda jelas bahwa ada peradangan atau tekanan yang terus terjadi. Jika kamu sering merasakan sakit di area tersebut tanpa ada gigi berlubang yang terlihat jelas, kemungkinan besar itu adalah sinyal dari gigi impaksi.

2. Perubahan Gusi

Tanda kedua yang bisa kamu lihat adalah adanya perubahan kondisi gusi di bagian belakang. Kamu akan melihat gusi terlihat lebih tebal, memerah, bengkak, dan terasa lunak atau nyeri jika disentuh lidah atau sikat gigi.

Akibat penumpukan kotoran dan bakteri, maka akan membuat mulut jadi bau yang sulit hilang meski kamu sudah rajin sikat gigi. Kondisi radang ini jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi infeksi yang bernanah, gusi berdarah, hingga membuat pipi atau rahang luar kamu terlihat bengkak dan terasa hangat atau panas.

Tahukah kamu, bahwa kondisi ini sering kambuhan. Artinya, bisa mereda sesaat, lalu muncul kembali dalam hitungan minggu atau bulan. Jika gusi belakang sering bengkak dan nyeri berulang, segera datang dan konsultasi ke dokter agar infeksi tidak menyebar.

3. Perubahan Posisi Gigi dan Fungsi Mulut

Tanda ketiga yang biasanya akan baru terasa setelah lama berlangsung, yaitu pada susunan gigi yang berubah. Gigi impaksi akan terus menekan ke depan atau samping, perlahan mendesak gigi lain yang sudah tumbuh sempurna.

Akibatnya, kamu melihat gigi depan atau gigi belakang jadi semakin berdesakan, posisinya miring, atau celahnya makin sempit padahal dulunya rapi. Tekanan terus-menerus ini juga bisa merusak akar gigi sebelahnya, membuatnya lemah atau goyang.

Selain susunan gigi berubah, mulut pun bisa terganggu. Di antaranya sulit membuka mulut lebar, rahang jadi kaku, dan nyeri saat mengunyah akibat radang yang menjalar ke otot.

Jika gigi sudah rusak atau posisinya sudah berantakan, perbaikannya akan jadi jauh lebih sulit dan biayanya berkali-kali lipat lebih mahal dibanding jika ditangani saat gejala baru mulai muncul.

Risiko Impaksi Gigi Dibiarkan

Membiarkan gigi terpendam tanpa pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Itu artinya sama saja membiarkan bom waktu di dalam mulutmu.

Posisi gigi yang terpendam membuat celah tidak terjangkau saat dibersihkan, sehingga kuman mudah berkembang biak dengan pesat. Risiko terbesar dan paling sering terjadi adalah kerusakan permanen pada gigi sekitarnya serta tulang rahang.

Gigi impaksi terus menekan gigi yang sudah tumbuh sempurna di sebelahnya, menggerus akar, membuat gigi jadi goyah, hingga merusak susunan gigi yang tadinya rapi. Bahaya lain yang kerap diremehkan yaitu risiko infeksi akut yang menyebar ke ruang leher atau aliran darah.

Infeksi pada gusi yang bengkak dan bernanah tidak akan sembuh sendiri, melainkan akan datang dan pergi berulang kali sampai sumber masalahnya dicabut atau dibersihkan.

Risiko seperti demam, kelenjar yang bengkak, hingga gangguan pencernaan bisa terjadi, karena bakteri masuk lewat mulut.

BACA JUGA : Behel Gigi Tonggos

Konsultasi Masalah Gigi di Dentalogy

Impaksi gigi apakah berbahaya? Kondisi impaksi gigi ini bisa berisiko merusak kesehatan mulut jika kamu membiarkannya terlalu lama, namun semua bahaya itu bisa kamu cegah sepenuhnya.

Tidak perlu cemas berlebihan, karena gigi terpendam yang dipantau dan ditangani dengan tepat waktu, tidak akan menjadi masalah serius. Asalkan, kamu mulai sejak awal dan sejak dini dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi gigi.

Di Dentalogy, Dental Clinic Surabaya berbagai masalah dan kondisi gigi kamu akan diatasi dengan baik dan tepat, sesuai kebutuhan. Tim dokter umum dan spesialis siap membedah kondisi gigimu secara mendalam, mulai dari posisi, risiko, hingga menentukan apakah gigimu cukup diawasi rutin atau butuh tindakan medis lebih lanjut.

Jangan tunggu sampai sakit atau bengkak parah baru bertindak, karena harga paling mahal yang harus kamu bayar sekarang adalah dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Percayakan kebutuhan perawatan gigi kamu bersama Dentalogy.

Kamu bisa akses informasi lengkap layanan dan jadwal praktik dokter sesuai kebutuhan di Dentalogy atau datang langsung ke klinik, informasi lengkapnya bisa kamu akses di bawah ini!

Website Dentalogy : dentalogy.id

WhatsApp : +62 821-6275-6485

Alamat: Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189