Efek pertama pasang behel ini bisa kamu alami dan jangan kaget ya. Apakah sakit kalau pasang behel? Bagi kamu yang mau pasang behel yuk simak penjelasan penting ini, biar tidak kaget dan salah informasi.
Semua orang yang pernah pasang behel pasti merasakan tahap ini, tidak terkecuali anak-anak atau dewasa. Mulai dari rasa ngilu yang ringan hingga nyeri yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bagaimana efek ini bisa diatasi agar proses perawatan dan kesehatan gigi selama pemakaian behel bisa berjalan lancar? Tidak perlu khawatir atau malah takut ya.
Ada banyak cara efektif untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan merawat behel agar hasil dan prosesnya bisa maksimal. Nah, di sini akan dijelaskan lengkap tentang apa saja efek yang mungkin kamu rasakan dan langkah-langkah tepat untuk menghadapinya.
Efek Pertama Pasang Behel
Setelah proses pemasangan behel selesai, tubuh akan langsung merespon keberadaan alat ortodontik baru di mulut kamu. Efek pertama pasang behel memang tidak bisa dihindari, tapi semua yang kamu rasakan adalah bagian dari mekanisme kerja behel untuk memindahkan gigi ke posisi yang lebih baik.
Tidak perlu khawatir, sebab kebanyakan efek ini akan mereda seiring waktu dan bisa diatasi dengan cara yang tepat. Berikut adalah efek umum yang sering dialami mereka saat pertama kali pasang behel!
1. Rasa Tekanan dan Nyeri Gigi

Saat behel pertama kali dipasang, sistem kawat atau bracket akan memberikan dorongan ringan namun konstan ke arah gigi. Tekanan ini bertujuan untuk menggeser posisi gigi secara perlahan, yang kemudian memicu respon alami dari tulang dan jaringan sekitar akar gigi.
Kamu akan merasakan sensasi seperti gigi sedang “ditekan” atau terasa tegang, bahkan sebelum rasa nyeri muncul secara jelas. Umumnya, rasa tidak nyaman akan mulai muncul pada empat hingga enam jam setelah pemasangan dilakukan.
Setelah mencapai puncaknya dalam satu hingga dua hari pertama. Intensitasnya bisa berbeda-beda, beberapa orang hanya merasakan ngilu ringan, sementara yang lain mungkin merasakan nyeri yang cukup mengganggu saat menggigit atau menyentuh gigi.
Hal itu sangat tergantung pada kondisi awal gigi, jenis behel yang digunakan, dan ambang sensitivitas oleh setiap orang yang pastinya berbeda. Tenang saja, sensasi ini tidak akan bertahan lama.
2. Iritasi pada Bagian Dalam Mulut

Bagian dalam pipi, bibir, atau lidah juga bisa merasakan dampak behel. Bracket dan kawat yang menonjol bisa bergesekan dengan selaput lendir sensitif, membuat area tersebut merah, gatal, bahkan muncul luka kecil jika tidak segera diatasi.
Awalnya, gerakan lidah dan pipi saat bicara atau makan belum bisa menghindari kontak dengan bagian tajam dari behel. Kondisi ini biasanya menjadi keluhan utama kebanyakan orang yang pertama kali pasang behel.
Meskipun terasa tidak nyaman, iritasi tersebut juga bersifat sementara. Mulut kamu akan secara perlahan menyesuaikan bentuk dan posisi behel, sehingga gesekan tidak lagi terjadi.
3. Kesulitan Mengunyah dan Menelan

Perubahan pada struktur gigi juga akan mempengaruhi cara kamu mengunyah makanan. Saat gigi terasa tegang dan nyeri, kamu akan merasa sulit untuk menggerakkan rahang dengan bebas atau memberikan tekanan saat menggigit makanan yang keras.
Bahkan makanan yang biasanya mudah dikunyah bisa terasa berat untuk dikonsumsi. Setidaknya, kondisi ini bisa berlangsung selama satu hingga tiga hari pertama, atau bisa lebih lama apabila sensitivitas gigi kamu tergolong tinggi.
Kamu mungkin juga merasa sedikit kesulitan menelan makanan padat, sebab posisi lidah dan rahang belum fleksibel seperti biasanya. Bahkan makan nasi pun perlu diatur teksturnya agar tidak menambah beban pada gigi.
4. Perubahan dalam Cara Berbicara

Beberapa orang juga ada yang mengalami sedikit perubahan dalam cara berbicara setelah memasang behel. Kamu mungkin merasa ada hambatan saat mengucapkan beberapa huruf tertentu.
Adanya perubahan ini terjadi karena mulut kamu mendapatkan objek baru yang mengubah “lanskap” dalam mulut. Lidah, bibir, dan pipi yang biasanya bekerja dengan lancar untuk membentuk suara harus menyesuaikan diri dengan adanya bracket atau kawat.
Cara Perawatan Behel yang Benar
Tahukah kamu, kalau merawat behel itu bukan hanya soal bagaimana menjaga kebersihan gigi. Namun, bagaimana membantu proses perawatan berjalan lebih lancar dan menghindari masalah seperti gigi berlubang atau iritasi mulut.
Setiap jenis behel memerlukan cara perawatan yang sedikit berbeda, tapi prinsip dasarnya tetap sama, yaitu kebersihan secara teratur, menjaga pola makan, dan rutin kontrol ke dokter. Dengan melakukan hal-hal kecil secara konsisten ini, kamu bisa memastikan gigi tetap sehat dan hasil perawatan maksimal.
Pembersihan gigi adalah bagian paling penting dalam perawatan behel. Kamu bisa menggunakan sikat gigi berbulu lembut atau jenis khusus behel agar mudah menjangkau area di sekitar bracket dan kawat.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan benang gigi khusus ortodontik atau water flosser untuk membersihkan sisa makanan yang terperangkap di sela-sela gigi dan bawah kawat. Akhiri dengan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik yang direkomendasikan dokter.
Hindari Saat Pertama Kali Pasang Behel
Jangan menekan atau menggoyangkan behel secara paksa. Kamu harus menghindari segala bentuk tekanan berlebih atau gerakan yang tidak perlu pada behel.
Kebanyakan orang merasa ingin mengecek atau menyesuaikan posisi behel dengan tangan, hati-hati tindakan ini bisa menggeser behel dari posisi yang sudah ditetapkan dokter gigi. Kamu juga tidak boleh mencoba membuka atau mengendorkan bagian-bagian logam atau kawat pada behel sendiri, sebab hal itu justru bisa merusak struktur dan mengganggu proses perawatan gigi.
Selain itu, pilih makanan dengan hati-hati dan menghindari jenis makanan tertentu setelah pemasangan behel. Jangan mengabaikan kebersihan mulut dan kunjungan kontrol. Kelelahan atau rasa tidak nyaman awal bukan alasan untuk mengabaikan perawatan mulut dan kunjungan kontrol.
BACA JUGA : Berapa Lama Tambal Gigi Estetik Bertahan
Klinik Pasang Behel di Surabaya
Mau tahu efek pertama pasang behel yang bisa teratasi dengan baik dan hasil tetap maksimal sesuai yang diharapkan? Mulai langkah ini dengan pemilihan klinik pasang behel di tempat yang tepat dan terpercaya.
Klinik pasang behel di Dental Clinic Surabaya misalnya, yang memiliki pilihan layanan yang sesuai kebutuhan kamu. Memilih klinik yang tepat menjadi kunci untuk kamu bisa mendapatkan hasil perawatan maksimal, terutama setelah mengetahui efek awal pasang behel dan cara merawatnya dengan benar.
Perawatan behel membutuhkan perhatian khusus dari tim dokter yang berpengalaman dan terpercaya. Hal yang paling penting adalah, pastikan klinik tersebut memiliki dokter spesialis ortodonti yang kompeten, menggunakan teknologi terkini, dan memberikan panduan perawatan yang jelas sesuai kondisi gigi masing-masing pasien.
Hal ini akan membantu kamu menghadapi efek awal pasang behel dengan lebih tenang dan menjalani proses perawatan dengan baik.
Jika kamu sedang mencari tempat pasang behel di Surabaya yang bisa dipercaya, kunjungi Dentalogy, Dental Clinic Surabaya. Klinik gigi modern yang berfokus pada pelayanan komprehensif dan edukasi kesehatan gigi.
Tim terdiri dari dokter umum dan spesialis ortodonti berpengalaman, yang siap memberikan perawatan personalisasi sesuai kondisi gigi kamu. Yuk wujudkan senyum sehat dan rapi yang kamu impikan bersama tim profesional di Dentalogy, Dental Clinic Surabaya.
Kamu bisa menghubungi kami langsung via WhatsApp atau mengunjungi website resmi di Dentalogy untuk informasi lebih lengkap tentang jenis behel, biaya, dan jadwal konsultasi gratis. Klik linknya di bawah ini!
Website Resmi : dentalogy.id


























