Di tinjau oleh :

Operasi Cabut Gigi Geraham Belakang – Ini yang Harus Kamu Tahu

Table of Contents

Nyeri berdenyut di bagian paling belakang rahang bisa menjadi salah satu tanda gigi geraham belakang kamu bermasalah. Sehingga mengakibatkan, kamu mungkin harus menjalani operasi cabut gigi geraham belakang.

Namun, sebelum itu perlu diketahui bahwa tidak semua gigi geraham belakang yang bermasalah harus dioperasi. Artinya, jika gigi geraham tumbuh dengan posisi tepat, mudah dibersihkan, dan tidak mengganggu, maka bisa dilakukan pemantauan secara berkala saja.

Akan tetapi, apabila kondisi gigi terjebak di dalam gusi atau tumbuh secara miring yang menekan gigi lainnya, maka pencabutan adalah jalan terbaik agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dan menyebar.

Di artikel ini, akan dijelaskan segala sesuatu terkait tanda yang membuat kamu harus melakukan operasi cabut gigi geraham belakang, proses tindakan berlangsung, hingga cara merawat setelah tindakan dilakukan supaya cepat pulih. Selengkapnya simak gambaran serta penjelasan ini!

Kapan Gigi Geraham Belakang Harus Dioperasi

Ada beberapa kondisi yang membuat dokter gigi akan menyarankan untuk melakukan pencabutan segera. Kondisi yang paling sering terjadi yaitu, gigi yang tumbuh miring atau terpendam sebagian di dalam gusi, sehingga terselip makanan dan sulit dibersihkan.

Hal ini bisa menyebabkan infeksi berulang yang membuat pipi bengkak, nyeri hebat, bahkan sulit membuka mulut. Kondisi radang gusi di sekitar gigi yang belum tumbuh sempurna ini disebut perikoronitis, dan jika dibiarkan bisa menyebar hingga ke jaringan leher serta ruang tenggorokan.

Selain itu, gigi geraham yang tumbuh terlalu jauh ke belakang biasanya tidak memiliki ruang yang cukup. Sehingga, akan menekan gigi yang ada di sebelahnya, merusak akar gigi tetangga, atau menumpuk karang gigi yang tidak terjangkau sikat gigi.

Gigi yang terpendam sepenuhnya juga bisa membentuk kantong cairan atau kista yang perlahan merusak tulang rahang jika tidak segera diangkat. Terkadang gigi ini juga berlubang parah sejak awal karena posisinya yang mustahil dibersihkan, sehingga tidak bisa lagi ditambal.

Prosedur Operasi yang Terjadi

Banyak yang membayangkan operasi ini menakutkan, padahal prosesnya sangat teratur dan terencana. Sebelum tindakan dimulai, dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap beserta foto rontgen untuk melihat posisi gigi, arah akar, dan kedekatannya dengan saraf penting.

Nah, dari sini dokter akan menentukan apakah kondisi gigi kamu cukup dengan cabut biasa atau perlu pembedahan kecil. Pada saat tindakan dimulai, area sekitar gigi juga akan dibius lokal sehingga kamu tidak merasakan sakit sama sekali, yang mungkin terasa hanya tekanan atau getaran ringan.

Jika gigi tertutup gusi atau tulang, dokter akan membuat sayatan kecil, membuka akses, lalu mengeluarkan gigi. Setelah bersih, luka dijahit dan diletakkan kasa untuk menahan perdarahan.

Hal yang Dirasakan Setelah Operasi

Setelah tindakan operasi cabut gigi geraham belakang selesai dilakukan, efek bius perlahan hilang dan kamu mungkin akan mulai merasakan rasa yang tidak nyaman atau nyeri ringan hingga sedang. Kondisi ini merupakan hal wajar dan masih bisa diatasi menggunakan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.

Dan untuk pembengkakan biasanya akan mencapai puncaknya di hari kedua atau ketiga, lalu perlahan mereda dalam waktu sekitar satu minggu. Berikut hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan selama masa pemulihan!

1. Mengurangi Bengkak dan Nyeri

Melakukan kompres dingin di pipi bagian luar selama 15–20 menit pada hari pertama setelah tindakan akan sangat membantu dalam menahan pembengkakan. Setelah hari kedua, jika masih bengkak, bisa diganti kompres hangat.

Minum obat pereda nyeri dan antibiotik sesuai aturan dokter, jangan dihentikan sebelum waktunya meskipun sudah merasa enak. Suhu dingin juga membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga pendarahan lebih cepat berhenti dan rasa sakit berkurang.

Hindari meludah atau menyedot minuman dengan sedotan selama 24 jam pertama. Gerakan itu bisa melepaskan gumpalan darah yang melindungi luka, sehingga menyebabkan rasa sakit yang hebat dan memperlambat penyembuhan. Makanlah makanan lunak dan dingin atau suam-suam kuku, hindari sisi mulut yang baru dioperasi untuk mengunyah.

2. Menghindari Kebiasaan Buruk

Di antaranya seperti merokok dan minum alkoholl, sebab zat di dalamnya dapat mengganggu pembekuan darah dan memicu kondisi yang disebut soket kering, rasa sakit yang tajam karena luka terbuka tanpa pelindung darah.

Istirahatlah cukup dan hindari aktivitas berat selama dua hingga tiga hari agar tekanan darah stabil dan luka cepat menutup. Gerakan menghisap rokok juga memicu tekanan negatif di mulut yang sama berbahayanya dengan sedotan, sehingga bekuan darah bisa lepas kapan saja.

Alkohol juga berisiko menipiskan darah dan memperlambat proses penyembuhan luka secara keseluruhan. Jangan menyikat gigi tepat di atas luka hingga dokter mengizinkan.

Membersihkan sisa makanan cukup dengan berkumur pelan-pelan menggunakan air garam hangat mulai hari kedua. Lembut dan hati-hati supaya luka tidak terganggu selama masa penyembuhan.

3. Waktu Kembali ke Dokter

Sebagian besar keluhan ringan, seperti sedikit perdarahan, bengkak, dan nyeri merupakan hal yang wajar. Namun, segera hubungi dokter jika perdarahan tidak berhenti meskipun sudah menekan dengan kasa selama satu jam, demam tinggi di atas 38°C, bengkak makin membesar setelah hari ketiga, atau nyeri justru bertambah hebat dan tidak berkurang meski sudah minum obat.

Demam yang muncul setelah dua hari dan tidak turun, serta keluar cairan berbau tidak sedap dari luka, juga merupakan tanda infeksi yang memerlukan penanganan segera. Jangan menunda jika kesulitan membuka mulut atau menelan semakin berat, ini bisa menandakan peradangan yang menyebar ke jaringan yang lebih luas.

Juga perhatikan jika muncul mati rasa di lidah atau bibir bawah yang tidak berkurang setelah beberapa hari. Ini bisa terjadi jika saraf tertekan selama proses, dan dokter perlu memantau pemulihannya lebih lanjut.

Baca Juga : Klinik Pasang Gigi Tiruan di Surabaya

Cabut Gigi Terbaik di Dentalogy

Operasi cabut gigi geraham belakang bukan hal yang harus ditakuti, akan tetapi juga bukan hal yang boleh dianggap remeh. Semakin cepat ditangani saat belum menimbulkan komplikasi, prosesnya akan semakin mudah, cepat, dan pemulihannya lebih singkat.

Menunda-nunda perawatan, justru berisiko memperburuk kondisi dan membuat tindakan yang diperlukan menjadi lebih rumit. Jika kamu merasakan nyeri yang berulang di bagian paling belakang rahang, gusi sering bengkak, atau gigi tumbuh miring, jangan ditunda.

Dentalogy, klinik dokter gigi spesialis di Surabaya yang menangani pencabutan gigi geraham impaksi dengan penanganan profesional dan teliti. Tim dokter spesialis bedah mulut akan memeriksa, menjelaskan kondisi secara transparan, dan menentukan langkah terbaik untukmu.

Butuh pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut sebelum tindakan? Pilih Dentalogy, sebagai investasi jangka panjangmu. Hubungi layanan Dentalogy untuk konsultasi dan penjadwalan perawatan. Informasi lebih lanjut, hubungi kontak di bawah ini!

Website Dentalogy : dentalogy.id

WhatsApp : +62 821-6275-6485

Alamat Klinik : Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189