Tahukah kamu apa bedanya crown gigi dan gigi palsu? Jangan sampai salah ya, karena keduanya memiliki fungsi, cara kerja, dan kondisi penggunaan yang sangat berbeda.
Meskipun keduanya sama-sama berfungsi untuk memulihkan kemampuan dalam mengunyah dan penampilan senyum lebih baik. Namun, perbedaan keduanya tetap perlu kamu ketahui, agar tidak salah saat nanti mengambil keputusan untuk kondisi serta kebutuhan gigi.
Bayangkan saja gigi kamu sedang mengalami kerusakan parah, namun akarnya masih kuat, atau justru gigi sudah hilang sepenuhnya hingga tidak ada yang tersisa. Dua kondisi ini membutuhkan solusi yang berbeda pula.
Artikel ini akan membantu kamu untuk memahami kapan sebaiknya memilih crown dan kapan memilih gigi palsu sebagai pilihan yang lebih tepat.
Kenali Fungsi Crown Gigi
Mahkota atau crown gigi merupakan penutup seperti gigi asli yang direkatkan secara permanen di atas gigi yang masih ada namun sudah rusak, patah, atau berlubang sangat besar.
Bukan untuk mengganti gigi yang hilang, melainkan menyelimuti dan memperkuat gigi asli yang tersisa supaya tetap bisa berfungsi dengan baik. Syarat utamanya yaitu, akar gigi dan jaringan penyangga di dalam gusi harus masih dalam kondisi sehat dan kuat.
Crown biasanya disarankan pada gigi yang baru saja selesai perawatan saluran akar, karena gigi tersebut cenderung lebih rapuh dan mudah patah.
Selain itu, crown juga berfungsi untuk menyempurnakan bentuk atau warna gigi yang kurang estetis.Setelah dipasang, crown akan menyatu dengan gigi lain, terlihat alami, dan tidak bisa dilepas sendiri.
Kenali Fungsi Gigi Palsu
Sementara, gigi palsu merupakan gigi tiruan lengkap atau sebagian yang dibuat untuk menggantikan gigi yang sudah hilang sepenuhnya, baik dicabut maupun tanggal secara alami. Berbeda dengan crown yang menutupi gigi asli, gigi palsu berdiri sendiri sebagai pengganti gigi yang tidak ada lagi.
Jenisnya pun bervariasi, dari yang bisa dilepas-pasang sendiri hingga yang dipasang permanen dengan bantuan implan atau jembatan gigi. Gigi palsu lepasan cocok digunakan ketika kamu kehilangan banyak gigi dan tidak ada gigi yang cukup sehat untuk dijadikan penyangga.
Sementara, gigi palsu tetap atau permanen seperti jembatan atau yang dipasang di atas implan menjadi pilihan ketika gigi yang hilang jumlahnya lebih sedikit dan gigi di sebelahnya masih mendukung. Tujuannya untuk mengembalikan fungsi mengunyah, kemampuan berbicara, serta menjaga bentuk wajah agar tetap terjaga.
Perbedaan Crown Gigi dan Gigi Palsu
Meskipun crown gigi dan gigi palsu bertujuan untuk memulihkan fungsi dan tampilan gigi, namun prinsip kerja serta kondisi yang memerlukan penanganannya sangatlah berbeda. Salah satunya berperan melindungi gigi asli yang masih tertanam, dan satunya lagi sebagai pengganti gigi yang sudah tidak ada lagi.
Perbedaan dasar inilah yang menentukan pilihan solusi yang tepat bagi kondisi gigi kamu saat ini. Agar kamu punya gambaran lebih lengkap, berikut perbedaan mendasar yang membedakan kedua jenis perawatan tersebut!
1. Fungsi Dasar

Crown gigi berfungsi untuk melindungi dan memperkuat gigi asli kamu yang masih ada, namun kondisinya sudah lemah atau rusak. Dengan crown gigi, maka gigi tidak perlu dicabut, sekaligus mengembalikan bentuk dan kekuatannya.
Sebaliknya, gigi palsu berfungsi untuk menggantikan gigi yang memang sudah hilang sepenuhnya, karena tidak ada lagi gigi asli yang bisa diselamatkan dan dilindungi. Crown hanya bisa dipasang apabila akar gigi masih tertanam kuat di gusi, karena ia memerlukan gigi asli sebagai penyangga penutupnya.
Sementara itu, gigi palsu justru khusus untuk mengisi ruang kosong akibat gigi yang sudah hilang, sehingga tidak bergantung pada sisa gigi asli yang rusak. Daya tahan keduanya pun berbeda karena penyangganya berbeda.
2. Syarat Penggunaan

Crown gigi hanya bisa dipasang apabila akar dan sebagian struktur gigi asli kamu masih tersisa dalam kondisi yang cukup baik. Jika gigi sudah hilang sepenuhnya, crown tidak bisa digunakan sendirian dan biasanya baru bisa dipasang di atas implan atau sebagai bagian dari jembatan gigi.
Sedangkan, gigi palsu bisa dibuat untuk kondisi mulai dari gigi yang hilang satu hingga seluruh gigi, tanpa memerlukan sisa gigi yang harus dipertahankan. Struktur gigi asli yang tersisa harus cukup kokoh dan mendukung minimal setengah bagian agar mampu menahan beban kunyah setelah dipasang penutup.
Jika sisa gigi terlalu sedikit atau akarnya lemah, dokter biasanya akan menyarankan penyangga tambahan atau menyarankan solusi lain yang lebih tepat. Sementara gigi palsu tidak memerlukan, meskipun tidak ada gigi yang tersisa.
3. Cara Pemasangan dan Daya Tahan

Crown direkatkan secara permanen pada gigi yang sudah dipersiapkan sehingga tidak bisa dilepas sendiri. Perawatannya sama seperti gigi biasa, yaitu disikat dan dibersihkan dengan benang gigi.
Gigi palsu lepasan perlu dilepas setiap hari untuk dibersihkan secara terpisah, sedangkan gigi palsu permanen seperti jembatan atau implan perawatannya menyerupai gigi asli, namun tetap memerlukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Sedangkan, untuk pemasangan crown memerlukan pengikisan sebagian gigi asli supaya penutup bisa menempel pas. Dengan perawatan yang baik, crown dapat lama. Sedangkan gigi palsu lepasan umumnya perlu diganti atau disesuaikan ulang, karena gusi dan tulang rahang perlahan berubah bentuk seiring waktu.
Kapan Harus Memilih Crown atau Gigi Palsu
Pilihan antara crown dan gigi palsu ternyata juga sangat bergantung pada kondisi gigi kamu saat ini. Jika gigi masih ada, akarnya juga sehat, namun bentuknya sudah rusak parah, patah, atau sudah perawatan saluran akar, maka crown bisa menjadi solusi yang terbaik.
Sebaliknya, jika gigi kamu ternyata sudah hilang sepenuhnya, baik satu maupun beberapa gigi sekaligus, barulah gigi palsu menjadi pilihan yang tepat, entah itu berupa lepasan, jembatan, maupun implan dengan crown di atasnya.
Terkadang, keduanya bisa bekerja sama. Misalnya gigi yang hilang digantikan oleh gigi palsu jembatan yang ujungnya ditopang oleh crown pada gigi sebelahnya yang sehat.
Bisa juga, crown dipasang sebagai mahkota di atas implan yang sudah menyatu dengan tulang rahang. Jadi bukan saling menggantikan, melainkan melengkapi sesuai kebutuhan masing-masing gigi.
Baca Juga : Dokter Gigi Spesialis Terbaik Surabaya
Solusi Gigi Sehat Badan Prima
Sudah tahu apa bedanya crown gigi dan gigi palsu? Crown gigi, untuk menyelamatkan gigi yang masih ada, sedangkan gigi palsu menggantikan gigi yang sudah hilang. Keduanya sama-sama berharga.
Keputusan mana yang paling tepat untuk mulut tidak bisa ditentukan sendiri, melainkan harus melalui pemeriksaan langsung oleh dokter gigi untuk melihat kondisi akar, tulang penyangga, serta gigi-gigi di sekitarnya.
Masih bingung mana yang lebih cocok untuk kondisi gigi kamu saat ini? Tim dokter gigi spesialis di Dentalogy siap membantu. Dengan pemeriksaan menyeluruh dan saran yang disesuaikan, kamu akan mendapatkan solusi terbaik untuk senyum dan kesehatan gigi.
Informasi dan konsultasi, kamu bisa menghubungi layanan atau datang langsung ke klinik. Jadwalkan kunjungan sekarang dan miliki senyum sehat serta nyaman mengunyah kembali. Mulai konsultasi, klik link berikut ini!
Website Dentalogy : dentalogy.id
WhatsApp : +62 821-6275-6485
Alamat Klinik : Jl. Dukuh Kupang Barat I, Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis, Surabaya, 60189


























