Bagaimana ya cara merawat gigi behel agar tidak bau mulut? Memasang behel sebagai investasi jangka panjang untuk mendapatkan susunan gigi yang lebih rapi dan senyum yang ideal, adalah pilihan terbaik bagi sebagian dari kita.
Namun, dengan keberadaan bracket dan kawat pada gigi justru bisa membuat banyak celah dan sudut yang sulit dijangkau. Hal ini sering menjadi “perangkap” yang memudahkan sisa makanan serta plak menumpuk, yang pada akhirnya bisa memicu masalah bau mulut.
Kondisi ini dikenal sebagai halitosis yang terjadi ketika bakteri memecah partikel makanan yang tertinggal. Proses ini menghasilkan senyawa sulfur yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Selain itu, perubahan lingkungan rongga mulut akibat pemakaian alat ortodonti juga sangat bisa mempengaruhi keseimbangan bakteri, sehingga risikonya menjadi lebih tinggi dibandingkan saat tidak menggunakan behel.
Kabar baiknya, masalah ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kuncinya terletak pada pemahaman teknik pembersihan yang tepat, pemilihan alat bantu yang sesuai, serta konsistensi dalam perawatannya. Yuk simak penjelasan dan caranya lengkap berikut ini!
Pakai Behel Bikin Bau Mulut
Apakah menggunakan behel bisa menyebabkan mulut kita menjadi bau? Bau mulut atau halitosis bagi kamu yang menggunakan behel bisa terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan dan plak di area yang sulit dijangkau.
Bracket dan kawat membuat banyak celah kecil yang menjadi tempat ideal bakteri berkembang biak. Saat bakteri mengurai sisa makanan tersebut, mereka akan menghasilkan senyawa sulfur yang berbau tidak sedap.
Selain itu, permukaan lidah yang tidak rata juga sering menjadi tempat bakteri bersembunyi, sehingga kebersihannya pun tidak boleh diabaikan. Kabar baiknya, semua ini bisa dicegah dan diatasi dengan perawatan yang konsisten. Tidak perlu takut, asalkan kamu tahu caranya yang benar.
Perawatan Gigi Behel Agar Tidak Bau
Struktur bracket dan kawat pada behel memang menciptakan banyak celah dan sudut yang sulit dijangkau. Jika tidak dibersihkan dengan benar, sisa makanan dan plak akan mudah terperangkap dan menumpuk.
Pada akhirnya, kondisi itulah yang memicu pertumbuhan bakteri. Bakteri ini akan memecah partikel makanan dan menghasilkan senyawa sulfur yang menjadi penyebab utama bau mulut yang tidak sedap.
Kabar baiknya, masalah ini bisa dicegah sepenuhnya dengan rutinitas perawatan yang tepat dan konsisten. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan setiap hari untuk menjaga mulut tetap bersih dan napas segar sepanjang waktu!
1. Sikat Gigi Khusus dan Teknik Tepat

Pilihlah sikat gigi ortodontik yang memiliki desain bulu berbentuk lekuk “V” atau kepala yang lebih kecil. Bentuk ini dirancang khusus agar bisa menjangkau area di atas dan di bawah kawat secara maksimal tanpa melukai jaringan gusi.
Pastikan juga memilih bulu sikat yang lembut agar aman bagi enamel gigi dan gusi yang mungkin sedang sensitif. Sikat gigi dengan gerakan memutar atau vertikal secara perlahan, hindari menggosok terlalu keras secara horizontal yang bisa merusak gusi dan struktur behel.
Fokuslah pada setiap permukaan gigi satu per satu, terutama di sekitar dasar bracket dan garis gusi yang sering menjadi tempat plak menumpuk. Lakukan selama minimal 2 menit, 2 hingga 3 kali sehari, atau segera setelah makan jika memungkinkan.
2. Manfaatkan Alat Bantu Pembersih

Pembersihan hanya dengan sikat gigi seringkali belum cukup maksimal untuk menjangkau celah-celah sempit. Gunakan sikat interdental yang berukuran kecil untuk masuk ke sela-sela antara gigi dan kawat.
Alat ini sangat efektif mengangkat sisa makanan yang terselip dan membersihkan area yang sulit dijangkau. Selain itu, penggunaan benang gigi khusus (super floss) atau floss threader sangat disarankan minimal sekali sehari, terutama di malam hari sebelum tidur.
Water flosser adalah pilihan praktis dan cepat. Tekanan airnya efektif membersihkan area tersembunyi, membilas sisa makanan dan bakteri, sehingga risiko bau mulut berkurang signifikan.
3. Berkumur dengan Larutan yang Sesuai

Setelah selesai menyikat dan membersihkan sela gigi, akhiri rutinitas dengan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik atau yang mengandung fluoride. Pilih jenis yang bebas alkohol agar tidak menyebabkan mulut kering dan tidak menimbulkan rasa perih.
Obat kumur membantu mematikan bakteri, menjaga keseimbangan mulut, dan memberikan kesegaran tahan lama. Langkah sederhana ini efektif mencegah bau dan menjaga kesehatan gusi selama perawatan.
Pastikan kamu berkumur selama 30 hingga 60 detik sesuai petunjuk pada kemasan, dan hindari makan atau minum segera setelahnya agar kandungan obat dapat bekerja secara maksimal dalam melindungi gigi dan mulut.
4. Pola Makan dan Kebiasaan Sehari-hari

Hindari konsumsi makanan yang memiliki tekstur lengket. Sebab, makanan jenis ini mudah menempel kuat pada behel dan sangat sulit dibersihkan, sehingga berpotensi menjadi sarang bakteri yang memicu bau.
Batasi juga makanan dengan aroma tajam seperti bawang atau produk fermentasi yang bisa meninggalkan bau menetap. Perbanyak minum air putih untuk menjaga produksi air liur tetap lancar.
Air liur memiliki fungsi alami sebagai pembersih yang membantu menetralkan asam dan membilas sisa makanan secara alami. Apabila kamu memiliki kebiasaan merokok, sangat disarankan untuk mengurangi atau menghentikannya.
Zat yang terkandung di dalamnya tidak hanya meninggalkan bau yang menyengat, tetapi juga bisa merusak kesehatan gusi dan mempercepat pembentukan karang gigi yang menjadi sumber bau yang sulit dihilangkan.
5. Lakukan Kontrol Rutin

Meskipun sudah rajin membersihkan di rumah, tetap ada area sulit dijangkau yang berpotensi menjadi karang gigi. Oleh sebab itu, kontrol rutin ke dokter gigi setiap 4 hingga 6 minggu sekali sangatlah penting.
Dokter akan melakukan pembersihan menyeluruh (scaling) serta memeriksa kondisi behel, gusi, dan gigi secara detail. Prosedur ini efektif mengangkat plak dan karang yang tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa, sehingga mulut tetap bersih dan sehat.
Dengan pemeriksaan yang terjadwal, segala masalah dapat dideteksi lebih awal dan penanganannya pun menjadi lebih mudah. Hal ini memastikan perawatan behel berjalan lancar, hasil perataan gigi optimal, dan kamu tetap bebas dari masalah bau mulut yang mengganggu.
BACA JUGA : Efek Samping Cabut Gigi Bungsu
Solusi Pasang Behel Nyaman di Dentalogy
Merawat gigi behel memang butuh ketelatenan ekstra, tapi hasilnya pasti sepadan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu tidak hanya terhindar dari bau mulut, tapi juga menjamin kesehatan gigi dan gusi selama masa perawatan.
Di Dentalogy, Dental Clinic Surabaya memahami betul kebutuhan kamu terhadap perawatan behel. Tim dokter yang siap memberikan panduan perawatan yang personal serta penanganan yang nyaman dan profesional.
Dental Clinic Surabaya berkomitmen membuat pengalaman memakai behel kamu lebih mudah, nyaman, dan hasil yang maksimal. Ingin konsultasi lebih lanjut atau butuh rekomendasi alat perawatan yang tepat?
Tim Dentalogy siap membantu kamu senyum lebih percaya diri dan sehat. Perawatan gigi yang aman, nyaman, dan profesional hanya di Dentalogy. Klik link di bawah ini untuk mulai konsultasi!
Website Resmi : dentalogy.id


























