Di tinjau oleh :

Apa Bedanya Behel dan Aligner? Cek Perbedaannya Berikut Ini

Apa Bedanya Behel dan Aligner

Table of Contents

Apa bedanya behel dan aligner? Dua solusi untuk senyum yang lebih rapih, mana yang kamu pilih?

Sebab, merapikan gigi bukan hanya tentang penampilan, namun perawatan ortodontik juga bisa membantu meningkatkan fungsi gigitan dan kesehatan mulut kamu secara keseluruhan. Apalagi untuk sekarang, setidaknya ada dua pilihan utama yang bisa kamu pilih, yaitu behel dan aligner.

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, cara kerja, karakteristik, dan kemampuannya berbeda jauh. Lalu, apa sih bedanya behel dan aligner itu?

Oleh karena itu, di artikel ini kamu akan mengetahui lebih rinci perbedaan antara behel dan aligner, dan bisa memutuskan untuk memilih perawatan yang tepat serta paling sesuai dengan kondisi gigi kamu!

Kenali Perbedaan Behel dan Aligner

Memilih antara behel dan aligner memang perlu pertimbangan matang, karena kedua alat ortodontik ini memang punya cara kerja serta karakteristik yang berbeda. Yuk simak penjelasan berikut sebagai gambaran tentang perbedaan keduanya!

1. Tampilan dan Estetika

Perbedaan paling mencolok antara behel dan aligner terletak pada penampilan saat dipakai. Bagi banyak orang, estetika menjadi faktor penting karena perawatan ortodonti bisa berlangsung bertahun-tahun.

Meskipun sekarang, sudah tersedia pilihan behel keramik dengan warna yang mendekati gigi yang dipasang di bagian belakang gigi, bracket dan kawat tetap akan terasa ada atau sedikit terlihat dari luar. Sementara itu, aligner dibuat dari bahan plastik transparan yang nyaris tidak terlihat.

2. Kenyamanan Saat Dipakai

Kenyamanan selama proses perawatan adalah hal krusial, karena ketidaknyamanan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan atau berbicara. Behel bekerja dengan memberikan tekanan konstan melalui kawat dan bracket.

Pada awal pemasangan atau setelah penyesuaian, kamu mungkin merasakan nyeri pada gigi dan iritasi pada bibir atau pipi dalam akibat gesekan kawat. Behel logam apalagi yang konvensional cenderung lebih menyebabkan iritasi dibanding jenis lainnya, meskipun sekarang ada pilihan dengan permukaan yang lebih halus dan kecil.

Di sisi lain, aligner terbuat dari bahan plastik medis yang lembut dan halus, sehingga jarang menyebabkan iritasi pada jaringan lunak di mulut. Aligner juga tidak mengganggu bicara karena bentuknya yang pas dengan gigi dan tidak memiliki bagian yang menonjol seperti kawat atau bracket.

3. Fleksibilitas dan Cara Penggunaan

Cara penggunaan menjadi perbedaan mendasar yang mempengaruhi fleksibilitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Behel bersifat permanen, setelah dipasang oleh dokter ortodonti, alat ini tidak bisa dilepas sendiri sampai proses perawatan selesai.

Kamu harus menjalani semua aktivitas dengan behel tetap terpasang, mulai dari makan, minum, hingga menyikat gigi. Hal ini berarti kamu perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan agar tidak merusak bracket atau kawat.

Sebaliknya, aligner bisa dilepas kapan saja sesuai kebutuhan. Kamu bisa melepasnya saat makan makanan kesukaan, minum minuman manis atau panas, menyikat gigi, atau dalam acara khusus seperti foto keluarga atau presentasi kerja.

Namun, penting untuk diingat bahwa aligner harus dipakai minimal 20–22 jam sehari agar hasil perawatan optimal. Jika sering lupa memakai atau terlalu lama melepasnya, durasi perawatan bisa jadi lebih panjang dari yang direncanakan.

4. Kebersihan Mulut

Menjaga kebersihan mulut selama perawatan ortodonti sangat penting untuk mencegah masalah seperti karies gigi atau radang gusi. Behel memiliki banyak sela di antara bracket, kawat, dan gigi, sehingga sisa makanan dan plak mudah menumpuk.

Kamu juga perlu menghindari makanan yang keras, lengket, atau berwarna pekat yang bisa merusak behel atau meninggalkan noda. Aligner membuat perawatan kebersihan jauh lebih mudah. Kamu bisa melepas alat ini saat menyikat gigi dan membersihkan gigi seperti biasa, tanpa perlu alat tambahan khusus.

5. Efektivitas untuk Kondisi Gigi

Kedua alat ini efektif merapikan gigi, tapi kemampuannya berbeda tergantung pada tingkat kompleksitas kasus. Teknologi behel modern juga bisa mempercepat proses perawatan dengan mengurangi gesekan antara kawat dan bracket.

Aligner awalnya hanya cocok untuk kasus ringan hingga sedang, tapi perkembangan teknologi terbaru membuatnya mampu menangani kasus yang lebih beragam. Namun, untuk kasus yang membutuhkan pergeseran gigi dalam skala besar atau koreksi rahang, behel masih menjadi pilihan yang lebih tepat.

6. Lama Perawatan

Durasi perawatan bisa bervariasi tergantung kondisi gigi kamu, namun ada perbedaan umum antara kedua metode ini. Perawatan dengan behel biasanya memakan waktu antara 1-3 tahun, tergantung pada kompleksitas kasus.

Kamu perlu melakukan kontrol rutin ke dokter setiap bulan untuk penyesuaian kawat dan memastikan gigi bergerak sesuai rencana. Kasus yang lebih kompleks seperti koreksi rahang bisa membutuhkan waktu lebih lama, bahkan mungkin perlu kombinasi dengan perawatan lain sebelum atau sesudah pemasangan behel.

Pertimbangan Penting Sebelum Memilih

Memutuskan antara behel dan aligner tidak bisa hanya kamu putuskan berdasarkan penampilan atau biaya semata. Kamu perlu mempertimbangkan kondisi gigi secara menyeluruh, gaya hidup yang kamu jalani, hingga komitmen yang bisa kamu berikan selama proses perawatannya.

Setiap orang memiliki kondisi gigi yang berbeda, sehingga pilihan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan rekomendasi dokter spesialis ortodonti. Kondisi gigi menjadi faktor utama yang menentukan jenis perawatan yang cocok.

Kasus kompleks seperti gigi sangat berantakan, gigitan terbalik parah, atau ketidaksejajaran rahang membutuhkan behel, yang lebih efektif karena mampu mengontrol pergerakan gigi dengan presisi tinggi. Baik kasus ringan hingga sedang dan jika kamu peduli dengan penampilan, aligner bisa jadi solusi yang tepat.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan kesehatan gigi secara keseluruhan, jika memiliki masalah seperti gusi sensitif atau kerusakan enamel, dokter akan menyarankan pilihan yang lebih aman dan nyaman untukmu.

BACA JUGA : Efek Pertama Pasang Behel

Solusi Terbaik Semua Masalah Gigi Kamu

Masalah gigi muncul dalam berbagai bentuk, gigi tidak rata yang mempengaruhi penampilan, gigi berlubang yang menyebabkan rasa sakit, hingga gigi hilang yang mengganggu fungsi mengunyah dan bicara.

Setiap kasus memiliki pilihan perawatan terbaik yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kamu. Perawatan ortodontik seperti behel dan aligner bisa mengatasi ketidaksejajaran gigi, sedangkan restorasi gigi seperti implan atau gigi palsu menjadi jawaban untuk gigi yang hilang.

Masalah karang atau noda gigi dapat diatasi efektif dengan scaling atau bleaching. Pastikan cek sejak dini agar masalah tidak memburuk dan memerlukan perawatan yang lebih rumit.

Di Dentalogy, Dental Clinic Surabaya selalu siap menjadi mitra kesehatan gigi kamu dengan menyediakan layanan yang komprehensif, mulai dari perawatan umum hingga spesialis. Tim dokter spesialis termasuk dokter ortodonti, bedah mulut, bekerjasama untuk memberikan solusi terbaik yang disesuaikan dengan kondisi gigi kamu.

Cek layanan behel maupun perawatan gigi lainnya di Dental Clinic Surabaya atau konsultasi langsung via WhatsApp sekarang!

website Resmi : dentalogy.id